25 Maret 2009

Satu Menit yang Amat Berharga

Kunci sukses ibu rumah tangga, pandai-pandai mengatur waktu antara kantor dan rumah tangga 24 jam bisa terasa panjang, bisa pula terasa pendek, tergantung bagaimana Anda memanfaatkannya. Seorang ibu yang memiliki empat oramg putra termasuk dua balita , dengan dibantu seorang pelayan, mampu menyelesaikan tugas-tugas cuci, masak, bersih-bersih rumah dan setrika setiap hari. Itu masih ditambah komunikasi mingguan dengan pihak sekolah dari ke-3 putranya, mengikuti kursus tajwid dan bahasa Arab, aktif di majelis ta'lim masjid kompleks, membaca satu hingga dua buku setiap bulannya, khatam al-Qur'an setidaknya sekali dalam sebulan, membuka internet setidaknya satu jam setiap hari, dan menjadi agen sebuah majalah dakwah untuk menambah penghasilannya.
Waktu yang dimiliki setiap ibu sama, 24 jam sehari. Namun hasil yang diperoleh bisa jauh berbeda. Anda pun dapat mengelola waktu dengan baik, jika Anda mempersiapkan rencana dengan baik pula. Bagaimana jika dimulai sekarang?
Pilah Memilah Waktu
Dalam rutinitas kehidupan sebuah keluarga, masing-masing memiliki beberapa jenis waktu spesifik yang bisa diprioritaskan untuk diklasifikasikan. Seorang ibu yang juga bekerja di luar rumah harus bisa membagi waktu dengan baik antara pekerjaan kantor dengan rumah. Ia selesaikan pekerjaan kantor tanpa membawanya ke rumah. Di manapun ia berada ia bisa mengontrol kegiatan anak-anak lewat hand phonenya. Di rumah, ia akan bermain bersama balitanya secara total selama sepuluh hingga lima belas menit, namun setelah itu ia akan serius mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
Ibu yang lain tinggal bersama mertua yang sudah tua dan sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatan dan perhatian khusus, maka ia harus benar-benar membagi dengan baik waktu untuk mertua , suami dan untuk anak-anaknya. Ia banyak berbincang dengan mertua ketika anak-anak sedang sekolah, dan membimbing mertuanya untuk duduk di teras depan menikmati pemandangan luar. Sore hari ia harus menemani anak-anak belajar. Malam hari adalah waktu bersama keluarga di depan televisi, dan setelah anak-anak tidur ia akan menyediakan waktu satu jam untuk berdiskusi dengan suaminya.
Ada pula ibu yang sehari-hari ditinggal suaminya dinas di kota lain dan hanya pulang pada Sabtu dan Ahad. Maka dia meminta anak-anaknya untuk sebisa mungkin tidak membuat rencana kegiatan bersama teman-temannya pada Sabtu dan Ahad karena itu adalah waktu keluarga. Sebaliknya, Senin hingga Jum'at dipergunakan ibu untuk berbagai kegiatan sosial keagamaan untuk dirinya sendiri.
Secara umum pun, ibu bisa memilah pembagian waktu antara waktu untuk ibadah-ibadah maghdah dengan waktu untuk urusan duniawi. Dengan mengupayakan shalat tepat waktu, menyediakan waktu untuk shalat dhuha dan shalat lail, juga mengalokasikan beberapa puluh menit untuk membaca al- Qur'an
Bagaimana dengan model pengklasifikasian yang paling tepat untuk keluarga Anda? Tentukan prioritas pengklasifikasian waktu ini berdasar pengalaman rutinitas sehari-hari.
Semenitpun Berharga
Sekali waktu jadwal kegiatan itu dievaluasi. Bila merasa masih memiliki waktu luang pada sore hari, misalnya saat anak-anak menonton film anak di televisi, apa yang sebaiknya dilakukan? Sementara ia tetap berada di dekat putranya, mengingat film-film anak itupun masih memerlukan bantuan sensor dari orang tua. Maka memilih kegiatan membuat ketrampilan bisa menjadi solusinya. Membuat bunga dari pita, membuat tas dari manik-manik, menyulam kruistik, hingga membuat boneka, yang hasilnya bisa dijual ke tetangga kanan kiri untuk menambah penghasilan.
Bila Anda hanya memiliki waktu lima belas hingga tiga puluh menit sebelum Maghrib, ketika suami belum juga sampai di rumah, maka ia membaca beberapa buku bacaan untuk menghabiskan waktu, itu juga baik.
Jika kita bisa menghargai waktu, sesungguhnya semenit dalam sehari itu sangatlah berharga dan Anda akan bersyukur karena memiliki waktu luang walau hanya lima menit sehari. Misalnya kita memiliki wadah tertutup yang praktis, khusus untuk perangkat tas manik-maniknya yang bisa dengan mudah kita buka ataupun bereskan. Ketika menghadapi waktu luang walau hanya sepuluh menit, kita akan meneruskan rangkaian manik-maniknya itu. Dengan cara seperti ini kita bisa menyelesaikan sebuah tas dalam waktu lima hari tanpa harus menyediakan waktu khusus untuk itu. Manakala dalam sebulan kita mampu membuat enam buah tas dengan harga satuan seratus ribu rupiah, Anda bisa hitung pemasukannya yang lumayan hanya dengan cara memanfaatkan waktu-waktu sisanya.
Lima menit setiap hari ketika ibu menunggu adzan dhuhur tiba, dalam sebulan menjadi 150 menit atau 2,5 jam. Waktu sebanyak itu bisa Anda pergunakan untuk membaca habis sebuah buku, atau menghafal satu surah pendek al -Qur'an, atau membuat manik-manik tas maupun tempat tissue. Nah, dalam setahun, berapa nilai tambah itu akan semakin bertambah?
Jangan membuang semenit pun waktu luang yang ada dalam hidup Anda. Seandainya Anda harus merebahkan diri untuk beristirahatpun, manfaatkan untuk berzikir dengan nyaman!
Ingatlah pesan-pesan Rasulullah saw ini: "Pada setiap terbit fajar ada dua malaikat berseru :'Wahai anak Adam, aku adalah hari yang baru, dan aku dating untuk menyaksikan semua amalan kamu,oleh sebab itu manfaatkanlah aku sebaik-baiknya, karena aku tidak akan kembali lagi hingga hari Pengadilan'"(Hadis). Juga , "Rugilah barang siapa yang dalam dua hari hidupnya sama saja."
(pedro_baina@yahoo.co.id)

BUDIDAYA TANAMAN SECARA VERTIKULTUR

Vertikultur berasal dari istilah dalam bahasa lnggris yaitu verticulture (vertical dan culture) artinya sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat. Cara bercocok tanam secara vertikultur ini sebenarnya sama saja dengan bercocok tanam di kebun atau di sawah. Perbedaannya terletak pada lahan yang digunakan. Misalnya, lahan 1 meter mungkin hanya bisa untuk menanam 5 batang tanaman. Dengan sistem vertikultur bisa untuk 20 batang tanaman. Banyak sedikitnya tanaman yang akan kita budidayakan bergantung pada model wadah yang kita gunakan. Sistem vertikultur ini sangat cocok diterapkan bagi petani atau perorangan yang mempunyai lahan sempit, namun ingin menanam tanaman sebanyak-banyaknya.
Untuk memulai budidaya tanaman secara vertikultur sebenarnya tidak perlu direpotkan dengan peralatan dan bahan yang akan menghabiskan biaya yang besar, yang penting wadah yang dipakai dapat menyediakan ruang tumbuh yang baik bagi tanaman. Namun terkadang kita ingin hasilnya nanti tidak hanya berupa panen tapi juga keindahan tanaman yang ditanam secara vertikultur dan struktur bangunan/wadah tanam tahan lama.
Alat yang diperlukan adalah sebagai berikut :
- gergaji/parang - palu
- paku - tang
- gunting - cangkul
- sekop - bor
- kayu - dll.
Bahan yang diperlukan adalah sebagai berikut :
- pralon/bambu/talang/papan - kaso
- reng - plastik bening
- pupuk kandang - tanah gembur
- sekam, serutan, atau gergaji kayu - kotak semai untuk benih
Banyak sedikitnya alat dan bahan yang digunakan bergantung pada bangunan dan model wadah yang akan kita pilih. Ukuran panjang-pendek, tinggi-rendah, serta besar kecilnya tergantung lahan yang kita miliki.
Cara Pembuatannya sebagai berikut :
 Ukur terlebih dulu jarak lubangnya, misalnya 10 sampai dengan 15 cm.
 Tandai silang dengan pensil sepanjang 10 cm.
 Dari batas 10 cm tersebut ukur naik 10 cm.
 Lakukan seterusnya sehingga sampai ujung pralon.
 Gergajilah setiap tanda silang dengan lebar 10 cm.
 Siapkan lampu teplok.
 Pralon yang sudah digergaji dipanaskan dengan lampu teplok.
 Bila sudah agak lembek, cepat tekan ke dalam dengan besi atau kayu bulat.
 Bagian atas ditekan ke dalam untuk menahan tanah / akar tanaman.
 Bagian bawah ditekan keluar.
 Agar bisa berdiri tegak, bagian bawah bisa di cor permanen atau bisa pula diberi pemberat semen dengan wadah kaleng atau pot.

 Setelah lubang tanam selesai dibuat, siapkan tanah gembur, pasir, dan kompos dengan ukuran 1 : 1 : 1 dan bisa ditambahkan pupuk urea. Biarkan selama lebih kurang 1 minggu dengan setiap kali disiram air dari lubang atas.
Pada dasarnya semua tanaman bisa ditanam dalam wadah pralon. Namun, sebaiknya hal itu dilakukan untuk tanaman yang tingginya kurang dari satu meter. Untuk tanaman yang tidak membutuhkan banyak air dan banyak sinar matahari, bisa ditanam di lubang atas dan perlu banyak air di bagian bawah. Misalnya di bagian atas cabai, di tengah seledri, dan bawah ginseng atau katuk. Kita harus pula sering menambahkan kompos atau tanah gembur di setiap lubang apabila media tanahnya berkurang.
Apabila Anda punya sisa-sisa pralon bekas membangun rumah, jangan dibuang. Itu bisa dijadikan menjadi wadah tanam yang indah dan unik. Pandai-pandailah memanfaatkan lahan di pekarangan / halaman kita untuk berbagai tanaman produktif atau tanaman obat. Di rumah yang sudah tak ada tanah kosong karena dipenuhi bangunan, atap kamar dan pagar rumah serta lokasi di atas got dapat dimanfaatkan untuk lahan pertanian. Mulai dari tanaman sayuran, tanaman obat sampai ke tanaman buah-buahan bisa dimiliki. Semuanya bisa tumbuh subur bersamaan kalau kita telaten merawat dan memberikan kasih sayang.

PEMELIHARAAN TANAMAN
Tanaman juga memerlukan perawatan, seperti halnya makhluk hidup yang lain. Tanaman memerlukan perhatian dan kasih sayang. Selain penyiraman dilakukan setiap hari juga perlu pemupukan, dan juga pengendalian hama penyakit.
a. Pemupukan
Sebaiknya pupuk yang digunakan adalah pupuk organik misalnya pupuk kompos, pupuk kandang atau pupuk bokashi yang menggunakan teknologi mikroorganisme 4 (EM4). Agar buah tidak mudah rontok sebaiknya menggunakan KCL satu sendok teh atau sendok makan tergantung besar kecilnya pohon. Pemberian KCL sebaiknya setiap 5 sampai 6 bulan sekali. Di perkotaan, pupuk kandang atau kompos harganya menjadi mahal. Kalau kita mau irit/berhemat, kita bisa membuatnya sendiri. Limbah dapur atau daun-daun kering bisa kita manfaatkan untuk pembuatan pupuk bokashi (baca artikel resep bokashi). Dewasa ini masyarakat mulai banyak mempertimbangkan mengkonsumsi hasil panen yang Iebih sehat cara penanamannya, yakni yang menggunakan pupuk dan pengendalian hama alami. Meski lebih mahal tetap dibeli karena dirasa lebih aman dikonsumsi untuk kesehatan.
b. Pengendalian Hama Secara Alami
Saat ini banyak dijual racun pestisida yang menggunakan bahan kimia. Sayuran yang penampilannya tampak cantik, segar dan bersih kadang kala malah berbahaya untuk dikonsumsi, karena banyak menggunakan pestisida kimia. lni bisa membahayakan kesehatan. Hal yang perlu diperhatikan apabila kita terpaksa menggunakan bahan kimia harus benar-benar selektif agar tanaman yang kita usahakan tidak tercemar. Sebaiknya dua minggu sebelum masa panen jangan menggunakan obat/racun pestisida.
Untuk berkebun di rumah sebaiknya jangan menggunakan bahan kimia. Ditekankan pula jangan menggunakan furadan untuk membunuh hama yang ada di dalam tanah. Penggunaan furadan bisa mengurangi tingkat kesuburan tanah dan juga mencemari tanaman kurang lebih selama sebulan. Jadi, sebaiknya untuk tanaman sayuran tidak perlu menggunakan furadan

PEMANENAN DAN PASCAPANEN
Pemanenan sayuran biasanya dilakukan dengan sistem cabut akar (sawi, bayam, seledri, kemangi, slada, kangkung dan sebagainya). Apabila kita punya tanaman sendiri dan dikonsumsi sendiri akan lebih menghemat apabila kita potong daunnya. Dengan cara tersebut tanaman sayuran bisa bertahan lebih lama dan kita bisa panen berulang-ulang. Upaya lain agar hasil Pasca Panen punya nilai lebih dan tahan lama hendaknya dilakukan pengolahan menjadi suatu produk yang mempunyai nilai lebih.

SEHAT
Banyak cara hidup sehat. Salah satunya adalah mengkonsurnsi makanan yang sehat. Tanpa banyak mengandung unsur kimiawi, zat pewarna atau pengawet. Begitu pula dengan tinggal di rumah yang sehat. Penuh ”warna” oleh pepohonan, jauh dari pencemaran lingkungan.
Teknik vertikultur adalah upaya untuk menghasilkan tanaman yang lebih higienis dan ramah. Terlebih lagi bila pertanian tersebut dipakai dengan konsep organik, tentu hasilnya akan berbeda. Pemilik kebun dapat membuat sendiri pupuk alami dari bahan-bahan sederhana, yang diperoleh dari limbah atau sampah dapur. Untuk urusan hama penyakit pun tak perlu khawatir, resep tradisional peninggalan orangtua mampu menghadapi hama itu (baca artikel pestisida nabati).
Memang hasil panen dari kebun kecil ini tidak sebesar dengan cara konvensional. Yang umumnya memakai pupuk kimia jenis urea, TSP, atau NPK dalam unsur tanah. Di balik itu ada hasil yang lebih membanggakan bila memakai cara alami. Asupan zat kimia ke dalam tanaman dapat diperkecil. Air untuk menyiram pohon juga jauh lebih bersih.
Untuk budidaya sayuran cara vertikultur temyata hasil panennya tidak jauh dengan petani umumnya. Pohon cabai dapat dipetik hasilnya pada usia tiga bulan. Tanaman sawi atau selada bisa dipanen ketika umur 40 hari. Terong atau pare berbuah di usia tiga bulan. Begitu juga dengan bayam yang siap dipetik pada hari ke-28. lbu-ibu tak perlu repot untuk pergi ke pasar atau supermarket untuk membeli sayuran yang lebih fresh. Hasil ladang bertingkat di halaman jauh lebih segar daripada di sana. Lagipula ada kepuasan batin untuk itu. Memakan hasil bumi dari jerih payah sendiri, meskipun sedikit adanya.
(pedro_baina@yahoo.co.id)

Kabupaten Kuningan Menuju Produsen Ikan Lele


Kabupaten Kuningan yang terletak di kaki Gunung Ciremai – JAWA BARAT, sudah tentu memiliki sumber air yang berlimpah. Karena itu di Kuningan memiliki potensi perikanan yang sangat besar. Dan inilah yang saat ini sedang digali oleh sekelompok mayaratkat yang peduli dengan dunia perikanan.
Adalah JKMPP (Jaringan Komunitas Masyarakat Peduli Perikanan) yang saat ini sedang menggali potensi yang besar tersebut. JKMPP yang telah berdiri sekitar dua tahun yang lalu, memiliki kegiatan seputar dunia perikanan dengan system inti plasma. Saat ini telah lebih dari 40 kelompok perikanan yang bergabung dengan JKMPP, kelompok tersebut merupakan kumpulan masyarakat yang hobi dan peduli dengan perikanan yang berkelompok kecil di masing-masing Desa yang ada di Kabupaten Kuningan. Keterbukaan JKMPP dalam mengelola organisasi ini terbukti dengan tidak membatasi masyarakat yang hendak bergabung. Tidak ada prasyarat khusus untuk dapat bergabung, justru setelah bergabung secara otomatis akan di ikutkan pelatihan tentang teknik budidaya ikan secara menguntungkan.
Saat ini JKMPP berkonsentrasi pada budidaya ikan lele yang disesuaikan dengan permintaan pasar. Sekitar 30 Ton perhari JKMPP harus menyuplai ikan lele untuk daerah Jakarta saja, Untuk pasaran Kuningan sendiri belum tersentuh sama sekali. Memang banyak sekali masyarakat yang memelihara ikan bahkan ikan lele, tetapi sangat sedikit orang yang mengerti bagaimana budidaya yang benar yang dapat mendatangkan keuntungan dan juga tetap melestarikan lingkungan. Karena kondisi itulah para anggota JKMPP secara Cuma-Cuma akan dibekali ilmu tentang teknik budidaya ikan yang menguntungkan. Tentu saja ini disambut baik oleh para anggota karena selain mereka dapat menimba ilmu dan pengalaman dari sesama pembudidaya ikan, mereka juga difasilitasi dalam hal pemasaran, karena JKMPP saat ini telah menandatangani MOU ( Memorandum Of Understanding) dengan CV. Angkasa Puri sebagai pembeli hasil perikanan. Pada MOU tersebut JKMPP CV. Angkasa Puri akan membeli hasil perikanan dari JKMPP dengan harga sesuai pasaran dengan volume yang tidak dibatasi. Tentu saja kesepakatan tersebut juga berlaku bagi kelompok-kelompok JKMPP yang ada di Desa-desa.
Dengan langkah-langkah JKMPP tersebut diharapkan dalam tahun 2009 ini Kabupaten Kuningan dapat memenuhi kebutuhan ikan khususnya Lele untuk berbagai wilayah, bukan hanya Jakarta atau konsumen lokal tapi nantinya akan berusaha menembus pasaran Ekspor. Amin.
Untuk pembaca, dapat anda lihat seputar informasi JKMPP, dapat membuka www.jkmpp.blogspot.com
Silahkan masukan komentar anda seputar informasi ini.
( pedro_baina@yahoo.co.id )

UPAYA MENARIK MINAT GENERASI MUDA TERHADAP PERTANIAN



Kabupaten Kuningan _ JABAR merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi yang besar di bidang pertanian karena masyarakat Kuningan pada umumnya berprofesi sebagai petani. Ketinggian wilayah Kuningan berada pada 500 – 800 Mdpl, dan berada tepat di kaki Gunung Ciremai. Ketinggian tersebut sangat cocok untuk tanaman pertanian dan sayuran.
Sayangnya potensi yang besar ini tidak dibarengi oleh minat masyarakat terhadap pertanian tersebut, terutama oleh para remaja dan pemuda. Mereka lebih minat pada bidang-bidang selain pertanian. Sebagai buktinya adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian makin kesini semakin jarang peminatnya, padahal beberapa tahun yang lalu banyak sekali peminat ke STM Pertanian yang ada di Kuningan ini, bahkan banyak juga yang berasal dari luar Kuningan.
Entah apa alasan mereka tidak berminat pada bidang pertanian. Ada beberapa yang mengaku beralasan bahwa mereka menganggap pertanian itu kotor dan hanya untuk anak petani, yang sangat marginal dan terpinggirkan. Atau alasan yang lain yaitu petani identik dengan kemiskinan. Mungkin itu diantaranya alasan mereka lebih menyukai bekerja dan sekolah di sektor non pertanian. Jika hal ini terus dibiarkan, kondisi ini akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan pertanian kita, selain itu kita juga mengabaikan potensi yang cukup besar di bidang pertanian ini.
Pemerintah melalui Deptan (Departemen Pertanian_red) telah banyak mengeluarkan kebijakan-kebijakan dan program-program untuk menarik kembali minat para remaja dan generasi muda terhadap sektor pertanian. Misalnya adalah Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian. Melalui program ini Deptan melalui Badan Pengembangan SDM Pertanian memberikan bantuan bersifat stimulan berupa modal usaha bagi lulusan Sekolah Kejuruan Pertanian yang belum bekerja.
Deptan juga menganjurkan kepada Pemerintah Daerah baik Propinsi maupun Kabupaten/kota agar ikut membantu menfasilitasi program tersebut. Bantuan tersebut tidak diberikan secara cuma-cuma tetapi bersifat “dana bergulir”.
Pembinaan minat generasi muda terhadap pertanian dapat juga dilakukan melalui pembinaan SAKA TARUNABUMI, dalam kegiatan ini dapat dikembangkan program-program yang berkaitan dengan pengembangan usaha agribisnis yang sekarang ini sedang gencar-gencarnya digalakan baik oleh pemerintah maupun oleh non pemerintah. Mudah mudahan dengan cara tersebut dapat menarik kembali minat para generasi muda terhadap bidang pertanian.
(pedro_baina@yahoo.co.id)

25 Juli 2008

PANEN SAAT KEMARAU

JAGUNG GAGAL PANEN, HARGA MAHAL

Datangnya musim kemarau yamg lebih cepat dibanding tahun lalu, mengakibatkan tanaman palawija banyak mengalami gagal panen, hal ini dialami beberapa petani di kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan Jawabarat. Kendati demikian masih ada beberapa petani yang merasa beruntung karena menanam jagung lebih awal, sehinggga tidak mengalami gagal panen akibat kekurangan air.

Saat ini harga jagung pipilan kering dipetani sekitar Rp. 2.800/kg, harga yang cukup tinggi dibanding tahun lalu yang berada dikisaran Rp.1.500- 2.000/kg. Namun harga jagung yang lumayan tidak bisa dinikmati petani karena banyak yang gagal panen.

Setiap tahunya petani di Kecamatan Jalaksana hanya bisa bercocok tanam dilahan kering selama dua musim tanam, mereka kebanyakan menanam sayuran dan palawija. Saat kemarau datang hampir seluruh ladang yang luasnya 345 Ha otomatis tidak bisa digarap. Padahal dilihat dari topografi wilayah kecamatan Jalaksana berada tepat dilereng gunung Ciremai, wilayah yang subur dengan mata air. Salah seorang petani mengungkapkan bahwa harga jual komoditi tani tidak bisa diandalkan karena harga berada di tangan pembeli, sepertihalnya harga jagung yang saat ini cukup tinggi, karna persaingan harga diantara pengepul hasil bumi. Tapi disayangkan pada saat harga tingggi kwalitas jagung kering tidak optimal, disebabkan oleh kurangnya air dan bibit jagung tidak berlabel yang pada umunya banyak dipakai oleh petani setempat.(boim).

PETANI MEMBACA PELUANG

Seminggu yang lalu keponakan Saya yang tinggal di Jakarta datang, ia mengisi liburan semester genapnya dengan berlibur dirumah Kakek yang termasuk ayah Saya. Suatu pagi ia menanyakan kepada saya, kenapa pepaya dan sirsak yang matang dipohon tidak dipungut, malah jadi santapan Kelelawar dan Codot dimalam hari. Awalnya saya biasa aja dengan pertanyaan itu, nampaknya tidak ada yang istimewa. Namun ketika dihubungkan dengan potensi dan ekonomi, saya mulai serius, menebak apa yang terjadi dengan pepaya dan sirsak.
Di kota, kata dia ''pepaya matang harganya Rp.2.500/kg dan sirsak Rp. 4.000/kg. Kenapa di sini dimubazirkan, apa gak bisa dijual? Duh.... bukan ngak mau dijual, tapi ngak ada yang mau beli. Padahal tidak semua orang memiliki pepaya dan sirsak. Tapi kenapa ngak laku juga dijual''.
Besoknya kami jalan-jalan diladang, melewati kebun orang yang penuh pepaya mungkin ada luasnya 200 bata (0.03 ha) yang ditanami seluruhnya pohon pepaya, sudah tinggi dan berbuah. Sebelum keponakan saya ngomong,
saya bicara duluan “ saya hanya punya 2 pohon pepaya dan sirsak susah menjual buahnya agar bisa jadi duit, tapi kenapa ada orang yang menanam banyak sekali, kalau hanya untuk dimakan sendiri, tidak mungkin, pastilah untuk dijual atau tepatnya dijadikan usaha perkebunan”. Orang itu sudah mencoba untuk maju mengusahakan pepaya sebagi usaha pertanian yang menopang pendapatan keluarga. Bagaimana dengan saya, tetangga saya, kerabat saya...... dan yang lainya. Mereka mempuyai potensi pengembangan lahan kearah yang lebih baik untuk penghasilan keluarga yang layak, namun tidak mengerti dan tahu apa yang harus dilakukan agar bisa menguasai pemasaran hasil pertanian
Menutup perjalanan siang itu, keponakanku bicara “ usaha apapun kalau masih ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan,dapur lambat berkembang menjadi usaha yang maju dan usaha apapun kalau tidak tahu pemasaranya susah berkembang.” aduh saya tambah bingung selama ini saya, tetanggga dan petani lainya sulit untuk membaca peluang maju dibidang pertanian. Kami hanya megenal tanam, rawat petik jual dan harga nanti dulu.... biar pedagang yang menentukan. Pantas nasib petani desa kami semakin terpuruk,...... (crewbaina).

23 Juli 2008

BLT MULAI CAIR

BAINA, 22/7/08. Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang digulirkan pemerintah sudah diterima kepala keluarga miskin senin kemarin (21/7) melalui kantor pos. Pada hari itu juga keluarga penerima BLT langsung mencairkanya di kantos pos Jalaksana. Suasana dikantor desa Babakanmulya nampak ramai sekali oleh penerima BLT yang membuat KTP sebagai syarat pengambilanya di kantor pos. Berbeda dengan tahun 2006, kali ini masyarakat desa Babakanmulya cukup kondusip, salah satunya seleksi penerima calon penerima BLT yang cukup ketat, sehingga keluarga penerima BLT adalah keluarga yang tepat sasaran, yaitu keluarga miskin atau pra sejahtera.
Ditemui diruang kerjanya Kades Babakanmulya Bintanningsih,BA mengharapkan adanya imbal balik dari masyarakat khususnya penerima BLT untuk membantu pembangunan gedung serbaguna yang belum selesai. “mudah-mudahan mumpung ada rejeki mereka (penerima BLT) mau menyicil iuran pambangunan yang sudah jadi kewajibanya sehinggga pembangunan gedung serbaguna dapat diselesaikan secepatnya”
Rasa bahagia terlihat dari muka ibu Eroh salah seorang penerima BLT, ketika ditanya untuk apa uang itu, spontan dia menjawab “ ya, untuk kebutuhan sehari-hari”. Namun ketika Bapak RT setempat memohonya untuk segera menyicil iuran pembangunan mumpung ada rejeki, ia menepis dengan alasan uangnya telah habis.
Meskipun uang sejumlah Rp. 300.000/KK yang diterima sekitar 211 keluarga miskin di Desa Babakanmulya, namun kesadaran membantu pembagunan di Desa sangat kecil sekali. Akhirnya panitia pembangunan hanya bisa berharap agar kedepanya masyarakat ikut andil partisipasinya dalam merampungkan pembangunan gedung serbaguna,baik moril maupun materil sehingga pelayanan pemerintahan desa kepada masyarakat lebih nyaman kembali.
(swr)

20 Juli 2008

MENGUNGKAP SUARA HATI

Sebuah acara RAKOM BAINA yang bernuansa nostalgia adalah tembang kenangan. Acara yang digelar setiap hari senin dan kamis mempuyai arti tersendiri bagi pendengar Baina. Terkadang mereka sulit untuk mengungkap dengan kata-kata, namun diacara tembang kenangan mereka mampu mengungkapkanya melalui tulisan sehingga orang lain mendengar dan pengirim merasa telah berbagi rasa dengan yang lainya.
Simaklah beberapa hasil karya pendengar baina dalam merangkai, mengungkap suara hati lewat tulisan. Dibanding sastrawan masih jauh.... Namun untuk ukuran sebuah radio komunitas sudah cukuplah untuk dijadikan ajang silaturahmi diantara pendengar Rakom Baina.
RUANG HAMPA
Dalam ketidak berdayaan dan sisa nafas tersenggal
Raga terbaring lemas, menatap hampa kekosongan ruang nan berwarna
Kulihat dengan samar dan nanar
Wajah-wajah orang yang kukasihi
Anak-anakku yamg masih polos akan arti kegagalan sebuah kehidupan.
Sayu kulihat diujung pelupuk bulir bening tertinggal
Wajah kekasih, kekasih istri yang terkasih.
Istriku.....
Maafkanlah aku tlah gagal memberi arti kehidupan
(by.Sawor)

DJ. JUSA BERKATA.............
Masa lalu adalah cermin kehidupan
Harapan adalah tujuan
Tapi janganlah terlalu banyak berharap
Janganlah terlalu banyak mengandai- andai
Apalagi sampai hidup kita tergadai
Janganlah terlepas dari kendali2 kehidupan
Demi mengapai mimpi dan harapan.
(By.Dj jusa arwana)


Hening
Kudatang membisu harapan kaku
Binar binar anagn memudar
Karena hanya sebuah kata
Gelisah melukis resah
Bila jelang tak berkenan
Kepolosan buyarkan impian
Kering diam tak bergeming
Tioada kata yang rata terasa
Sisa tak berguna
Pusing takut........ mngantuk......... bete............ sebel.........sebel
(By.aan salon)

KUPINTA UNTUKMU
Walau kini cintaku tak terang
Hatimu yang meredup
Tapi peracayalah.....
Kupinta sang bintang tuk serahi sinarnya
Agar kau tak berpelita
Walau malam kini sedingin
Kutabah tapi kupesan agar kau tak kedinginan
Melainkan dihangatkan oleh sang bulan yang indah
Bagai kilau mata sang elang
Walau kuasa hampa tanpa cinta cinderella
Tapi percayalah
Kuatlah berdoa agar tuhan kirimkan malaikat
Yang kan indahkan mimpimu
(By. Mei)


BUATMU
terbanglah dalam mimpimu
Yakinlah kau kan terbang tanpa sayap
Lewat hanyalan indah yang terbesit dalam angan dan pikiranmu
Tak perlu kau takut akan jatuh
Tak perlu kau patah arang
Kukan ada disampingmu
( By.Miss pudar)


OS
Jangankan tuk bermimpi terbang dengan sayap menyelesup wawa
apalagi bermimpi
terbang dgn pundi udara diatas ruang hampa
ku tak bisa tidur apalagi bermimpi,
bika kau tak ceritakan hari esok kita


NU KASEP
cinta bukanlah kata murah dan lumrah
dituturkan dari mulut ke mulut
tetpi cinta adalah anugrah yang indah dan suci
jika manusia dapat menilai kesucianya
bercinta memang mudah
untuk dicinta juga memang mudah
tetapi untuk dicintai oleh orang yangh kita cintai
itulah yang susah diperoleh
jika saja kehadiran cinta untuk mengecewakan
lebih baik cinta itu tak pernah hadir......


DENGARLAH SAYANG………..
Untuk apa melakonkan sesuatu yang tidak berarti dan bernain-main
Dengan hal semu yang tidak bermangpaat tuk diri sendiri
Itu hanya masalah sepele
Kuncinya ada pada dirimu
Apakah masih ingin terlena dan terbuai
Oleh kata kata manis namun palsu?
Bodoh sekali
Tapi terserah bila masih mau berpetualang
Dan menipu diri
Sengaja saya berkata kasar untuk membuka mata hatimu
Cinta terkadang membuat seseorang terlihat bodoh diluar kesadaran.
Jangan tersinggung,
Sebagai teman Cuma bisa mengingatkan.
The finnally up to you please
BY: Yen Ayu


KASIH
Bukanlah benteng yang mesti direbut dengan api dan letusan
Kasih itu bukan buah
Yang benihnya harus disemai dulu
Kasih itu cuman sebatang lilin
Kasih hanya bisa diterawang, tak harus dipegang
Bila merebutnya adalah perbuatan gila
Ia menjauh apabila dikejar
Dan megejar pabila dijauhi
Kasih itu ada tapi tak bisa ditemukan
Kasih itu bukan benda
Kasih itu perbuatan
Kasih itu bertemu bukan bersatu
By. Stany


CINTA SEBAGAI WARNA DUNIA
Yang menyinari hati yang gelap gulita
Dengan cahaya keemasan
Yang sangat aku cintai dia
Duhai penuda yang sangat aku cintai
Didalam hati mengatakan cinta
Kata mutiara membuktikan makna
Ccinta tak terucap melalui kata
Tapi melalui bait-bait yang mempesona
Cinta dapat dirasakan kehadiranya
Kenyamanan dan ketenagan
Walau hanya dengan menatap dan menatap mata....
By: shinta


Tak perlu hanyut karena sepotong kepahitan
Selama matahari masih memancarkan cahaya
Hasrat cita dan cinta pastilah terwujud.
By:maudhita

Apakah diantara kalian ada yang mengerti? Mungkin itu yang cocok buat menjawab mreka. Sebuah karya seni dalam bnetuk tulisan terkadang pembuatnya saja yang paham.(sawor)

RAKOM BAINA PEDULI PENDIDIKAN

RAKOM BAINA PEDULI PENDIDIKAN

(Kuningan, juli 2008) Seperti halnya tahun lalu, Rakom baina tahun 2008 ini, melaksanakan program bantuan sosial untuk warga sekitar dengan membantu orang tua murid yang kurang mampu, yaitu dalam bentuk memberikan bingkisan alat tulis kepada 15 orang siswa yang berada di dua SD : SD babakanmulya I dan SD babakanmulya II.

“Meskipun nilai pemberian ini jauh dari kecukupan dan tidak seberapa, namun inilah wujud
kepedulian kami (RAKOM BAINA) kepada warga sekitar khusunya dalam dunia pendidikan, terutama mereka dari keluarga kurang mampu” Demikian diungkapkan Sunardi yang biasa dipanggil Boim saat menyerahkan bingkisan tersebut.

Secara simbolis penyerahan dilakukan dan diterima oleh Masing-masing kepala sekolah, yaitu Bapak. Dadi rohandi S.pd kepala sekolah babakanmulya I dan Bapak. Effendi Kepala Sekolah babakanmulya II. Untuk diteruskan kepada siswa yang sudah ditulis namanya dibingkisan tersebut.Ucapan terima kasihpun disampaikan oleh pihak sekolah” Semoga RAKOM BAINA kedepanya tambah maju dan jaya diudara, karena semakin maju baina mudah-mudahan bingkisanyapun bertambah lagi...” kelakar guru-guru kelas lainya yang menyaksikan penyerahan bingkisan tersebut. Sebelum kami pamit , sempat berbincang-bincang mengenai acara pendidikan sempat mengajak guru guru sekolah sebagai nara sumber diacara tersebut.. kerjasama antara RAKOM BAINA dengan sekolah diacara Keluarga dan pendidanak Asuhan Kang Kabayan diharapkan pula bisa menjalin antara sekolah dengan orang tua murid untuk meningkatkan kwalitas pendidikan di desa Babakanmulya, (swrbaina)

15 Maret 2008

POLA TANAM KEMITRAAN DIRINDUKAN PETANI

Wajah buram, potret keseharian seorang petani. Bisakah berubah? potret kemiskinan, kebodohan ketidakberdayaan kaum tani. Bisa jadi itu bagian masa lalu untuk petani di Kecamatan jalaksana. Tidak lama lagi mereka akan diakui eksistensinya sebagai bagian Asset perusahaan PT.MITRA ANEKA FOOD sebagai penyedia bahan baku tomat dan cabe dengan pola tanam kemitraan. Rasa peduli terhadap kondisi keterpurukan petani di Kecamatan Jalaksana telah digulirkan oleh PT MITRA ANEKA FOOD. Pabrik baru pengolahan saos dan bumbu masak yang berlokasi di desa Babakanmulya Kecamatan Jalaksana, telah mempasilitasi acara temu wicara petani tomat dan cabe dengan pemerintah khususnya bagian pertanian. Acara tersebut dihadiri sesepuh no satu di Kuningan yaitu Bapak Bupati Kuningan H Aang Hamid suganda, Dinas pertanian perdangangan dan perindustrian Kabupaten Kuningan, staf ahli LIPI jakarta, Stap kementrian pertanian pusat dari Jakarta.

PT. MITRA ANEKA FOOD dibawah pimpinan H. Hartono mempasilitasi pertemuan tersebut pada hari kamis tanggal 13 maret 2008, bertempat dilokosi pabrik tersebut yang berada di Desa Babakanmulya Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan Jawabarat. Acara tersebut dihadiri tidak kurang dari 350 orang undangan, termasuk dari unsur pemerintahan Kecamatan Jalaksana, pemerintahan Desa Babakanmulya, kelompok tani sekecamatan Jalaksana dan masyarakat setempat.

Seperti tema acara tersebut yaitu temu usaha Bupati kuningan dengan petani tomat dan cabe sekecamatan Jalaksana Masing masing kelompok tani yang mewakili desanya di kecamatan Jalaksana memaparkan permasalahan seputar kendala dan keterpurukan di kelompoknya masing-masing, serta berharap adanya perubahan kearah yang lebih baik setelah mengikuti acara temu wicara ini. Yang intinya Kehadiran PT MITRA ANEKA FOOD mengangkat daya beli petani di kecamatan jalaksana. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur PT MITRA ANEKA FOOD dalam sambutanya beliau mengatakan :”kecamatan Jalaksana berpotensi untuk ditanami cabe dan tomat, namun melihat kenyataan pada panen raya justru harga tomat dan cabe sangat murah, sehingga petani itu merugi.dari dasar itulah kami beserta teman-teman membentuk PT. MITRA ANEKA FOOD yang tujuan utamanaya menampung hasil panen petani.”Hal itu disambut baik oleh seluruh kelompok tani perwakilan dari 14 desa yang ada dikecamatan Jalaksana.

Sementara ini untuk mencukupi bahan baku PT MITRA ANEKA FOOD yang setiap harinya membutuhkan 10 ton tomat dan cabe disuplai dari luar kabupaten kuningan. Untuk kedepanya kebutuhan tersebut harus bisa dipasok dari petani di kecamatan Jalaksana melalui program pola tanam kemitraaan.

Dukunganpun terus bergulir ke Bapak Camat Kecamatan Jalaksana. Bapak Drs. Maman Hermasyah, Msc didalam sambutanya beliau mengatakan .”semoga dengan berdirinya pabrik PT ANEKA FOOD yang hari ini akan diresmikan oleh Bapak Bupati Kuningan Bapak H Aang suganda, dapat menyerap tenaga kerja dan menampung hasil tani, sehingga dapat memperbaiki dan mengharumkan Desa Babakanmulya dan kuningann pada umumnya”.

Keluh Kesah keterpurukan dikelompok tani hampir seragam berkisar di permodalan dan pemasaran. ”Bagi petani apabila kemitraan ini direalisasikan, maka akan mengankat keterpurukan usaha pertanian sekarang ini seperti dimana tomat dan cabe tidak dipanen karena harganya sangat murah” hal itu dituturkan Bpk Diding Sunardi dari kelompok tani desa Babakanmulya. Ketika diberi kesempatam pada sesion pertama untuk menaggapi rencana pola tanam kemitraan tanaman tomat dan cabe.

Sedangkan kelompok tani dari desa Sukamukti melalui juru bicaranya Bapak Ewo sangat mengaharapkan sekali adanya bantuan modal dan bimbingan dari pemerintah serta perusahaan untuk mendapatkan hasil yang baik sesuai standar perusahaann. Sifat kehati-hatian bapak ewo merupakan pesan untuk kelompok tani lainya bahwa pola kemitraan harus sejelas mungkin. Sehingga petani dapat mempertimbangkan faedahnya.

Bapak Sutama perwakilan kelompok tani desa Jalaksana lebih menekankan dalam permodalan, untuk meningkatkan daya beli petani, ia mengatakan bahwa :” hal yang sangat kami harapkan adalah permodalan, karena selama ini 60 % modal petani didapat dari pinjaman tengkulak sehingga harga penjualan sepenuhnya dikuasai oleh mereka. Kami benar-benar menjadi pihak yang lemah dalam jual beli hasil tani kami.

Menanggapi pertanyaan dan harapan masing-masing dari setiap kelompok tani pada sesion pertama, dinas pertanian kabupaten kuningan yang melalui perwakilanya menyimpulkan bahwa; perlu adanya MOU atau kesepakatan kerja antara patani dengan perusahaan dalam harga cabe dan harga tomat yang saling menguntungkan kedua belah pihak, permodalan diharapkan adanya dukungan pemerintah, varitas tanaman adalah tomat permata dan cabe varitas gondol ijo. Sedangkan bimbingan budidaya tanaman untuk menghasilkan produksi yang baik diharapakan dukungan Dinas Pertanian melalui PPL di wilayah setempat.

Di sesion kedua, kelompok tani Mekar Jaya II desa Sidamulya yang diwakili bapak Mamat lebih menekankan pada tindak lanjut pola tanam kemitraan setelah pertemuan ini, selain itu juga ia mengharapkan untuk program PPK IPM kedepanya tidak hanya pada komoditi ubi jalar seperti tahun sekarang, tetapi direalisasikan pada komoditi pertanian lainya.

Kesempatan bertanya selanjutnya diberikan kepada Ibu Kades desa Babakanmulya, Bintanningsih.BA, beliau mewakili warga masyarakat desa Babakanmulya memohon adanya perbaikan infra struktur jalan Erpah. Salah satu jalan untuk mengangkut hasil panen petani diladang, dan pemangpaatan sumber mata air di Cimanceng untuk mengairi lahan pertanian. Ibu kades berkeyakinan bahwa dengan diperbaikinya kedua prasarana pertanian itu akan meningkatkan hasil produktivitas petani diwilayahnya.

Masih dari desa Babakanmulya, kelompok wanita tani Mekar Harapan, melalui ketua kelompoknya Ibu Asih mengharapkan bantuan kepada pemerintah dan PT MITRA ANEKA FOOD untuk dapat membantu pamasaran hasil produksi olahan kelompoknya sehingga pemasaran hasil produksi tidak lagi menjadi kendala kelompok tani yang dipimpinya.

Keluh kesah, keterpurukan, nampaknya sebuah pekerjaan yang mudah apabila petani melalui kelompoknya, pemerintah daerah dan PT MITRA ANEKA FOOD memang serius dan bersinergi untuk mengangkat derajat kaum tani diwilayah kecamatan jalaksana, melalui pola tanam kemitraan., dalam segala jenis hasil pertanian. Temu wicara petani tomat dan cabe, juga mendapatkan perhatian dari departemen Perdagangan dan Industri Kabupaten Kuningan. Sebagai tanggapan wacana yang digulirkan dari setiap kelompok tani, untuk sementara ditampung dan selanjutnya dijadikan bahan kajian sehingga bisa dicarikan solusi yang pas untuk kedua belah fihak.

Selain acara temu wicara, petani dikecamatan Jalaksana mendapat kesempatan mendengarkan pemaparan hal pertanian dari Mentri Pertanian Republik Indonenesia yang diwakili oleh stap ahli Kementrian bidang pangan, stap ahli dari LIPI. Acara pertemuan tersebut diakhiri dengan penandatangan prasasti, sebagai peresmian produksi PT MITRA ANEKA FOOD.

Kamipun berharap segera adanya tindak lanjut untuk merealisasikan harapan petani tersebut dalam pola kemitraan, sehingga angin sorga yang dihembuskan PT MITRA ANEKA FOOD akan menjadi kenyataan, bahwa petani pahlawan pangan nasional sekarang penuh dengan gairah, karena kendala klasik pemasaran dan permodalan bukan momok masalah.

Dari kawasan Pabrik produsen saos dan sambal PT MITRA ANEKA FOOD Babakanmulya Jalaksana Kuningan RAKOM BAINA FM menyajikan info untuk anda


Blogspot Templates by Isnaini Dot Com and Wedding Bands. Powered by Blogger